Akan terjadi berbagai macam fitnah yang menimpa umat manusia. Keributan, kericuhan, perselisihin dan berbagai macam kemungkran dan kedzholiman.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan terjadi berbagai fitnah (kekacauan dan permusuhan). Pada saat itu, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan. Orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Barangsiapa yang menceburkan diri ke dalamnya niscaya dia akan ditelan olehnya. Dan barangsiapa yang mendapatkan tempat perlindungan hendaklah dia berlindung dengannya.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Fitan [7081] dan Muslim dalam Kitab al-Fitan [2886])

Hadits ini menyuruh kita menjauh dari berbagai macam fitnah, jangan mendekat, jangan ikut campur, jangan masuk kedalamnya, baik dengan lisan, anggota tubuh atau tulisan (medsos).
Apabila kita dijauhkan dari fitnah-fitnah, maka kita adalah orang yang paling bahagia.
Sebagaimana dalam hadits :

عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا

“Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya”.

Ini lah kunci kebahagiaan. Rasulullah menyuruh kita untuk menjauhi fitnah, jangan masuk kedalamnya. Tetapi fenomena saat ini dengan dengan semakin mudahnya berkomunikasi melalui medsos, orang-orang kebanyakan merasa berhak untuk berbicara dan berkomentar tentang banyak hal. Hampir setiap peristiwa dikomentari. Padahal hal tersebut sangat bertentangan dengan apa yang diperintahkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam.
Apalagi untuk urusan yang besar yang berkaitan dengan urusan orang banyak, jangan sekali-kali berkomentar ataupun berfatwa tentang hal tersebut.

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).

Perasaan kita semua sama, marah, tapi kita berbeda dalam menyikapi. Mudhorot2 yang ditimbulkan disuatu negeri yang berdemonstrasi :

1. Hilangnya Nikmat Keamanan dan Tumpahnya darah Kaum Muslimin
   Bukan kita tidak setuju merubah kemungkaran, yang kita tidak setuju adalah cara yang memunculkan kemungkaran yg lebih besar.

Selanjutnya? Yuk dengerin kajiannya sampe selesai, jangan mau jadi orang bodoh yang menuruti hawa nafsu yang mengalahkan ilmu. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhullaahu Ta'aala dengan tema Renungan Untuk Saudaraku Demonstran